Hari Gizi Nasional ke-58, tanggal 25 Januari 2018


  • Hari Gizi Nasional ke-58, tanggal 25 Januari 2018

    Gizi merupakan salah satu komponen yang harus dipenuhi suatu bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Balita yang mengalami kekurangan gizi kronis akan mengalami stunting. Anak yang stunting akan memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya.

    Stunting menjadi ancaman besar bagi negara, karena stunting pada anak balita dapat menggangu perkembangan otak (kognitif). Hal ini akan menurunkan prestasi anak dalam pendidikan yang pada akhirnya akan berdampak menurunnya kualitas SDM bangsa Indonesia. Dengan adanya momentum Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 ini, kita dapat bersama-sama melakukan langkah strategis memperbaiki status gizi masyarakat dengan menurunkan stunting, sebagai investasi bangsa untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di dunia global.

    Tema Hari Gizi Nasional adalah Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi dan pada Hari Gizi Nasional ke-58 tahun 2018 mengangkat sub tema Mewujudkan Kemandirian Keluarga dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Pencegahan Stunting dengan slogan Bersama Keluarga Kita Jaga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    Tujuan peringatan Hari Gizi Nasional ke 58 tahun 2018 adalah:

    1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting.
    2. Meningkatkan komitmen dan kerja bersama antara pemerintah baik sektorkesehatan maupun non kesehatan ditingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta swasta dalam pembangunan pangan dan gizi
    3. Meningkatkan keterlibatan praktisi kesehatan dan non kesehatan serta mitra pembangunan dalam penurunan stunting.
    4. Meningkatkan peran media massa dalam kampanye tentang stunting.
    5. Meningkatkan peran citizen journalism dalam isu pencegahan stunting untuk memerangi kemiskinan di Indonesia.

    Waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan peringatan HGN ke-58 tahun 2018 dimulai dari tanggal 20 Januari hingga pertengahan tahun 2018 di seluruh Indoneisa.

    Jakarta, Januari 2018
    Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat
    Kementerian Kesehatan RI
    Dr. Anung Sugihantono, M.Kes